Wednesday

Butter Lezat Banyak Rasa


Butter juga dikenal sebagai mentega merupakan hasil dari emulsi lemak susu sapi. Kalau dilihat dari kasat mata mungkin akan sulit membedakan butter dengan mentega. Tekstur butter biasanya lebih lembut dibandingkan dengan mentega, selain itu butter juga memiliki warna yang lebih pucat. Butter yang dibuat dari susu sapi memang tidak baik jika terlalu lama disimpan dalam suhu ruangan. Aroma butter jauh lebih tajam dibandingkan dengan dengan margarin. 

Inovasi baru karya anak bangsa, berhasil menginovasikan butter dengan berbagai macam rasa. Bule Baper (Butter Lezat Banyak Rasa). Penggagas Bule Baper ini adalah mahasiswi S1 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Nastasya Moulina, Widia Lamza, Hana Mutia, Prita Alifia dan Rizki Dwi. Mereka berinovasi membuat Bule Baper ini agar para pecinta butter tidak bosan dengan rasa butter yang hanya asin saja. 

Budaya orang Indonesia untuk selalu makan nasi menjadi pokok pikiran utama dari mereka, “kami melihat bahwa banyak orang sering melewati waktu sarapan pagi dengan berbagai alasan, padahal sarapan pagi itu sangat penting. Waktu yang tidak sempat dan ribet merupakan salah satu alasan meninggalkan sarapan pagi. Dari situ kamu memikirkan butter yang sangat praktis untuk teman makan roti” kata Natasya. 

Bule Baper merupakan varian dari butter dengan berbagai macam rasa. Saat ini Bule Baper telah memiliki 2 varian rasa yaitu Lemon dan Green Tea. Bule baper banyak diminati karena rasanya yang bervariatif, sehingga orang tidak bosan dengan rasa butter yang itu itu saja. Salah satu inovasi baru ini memang masih banyak kendala mulai dari bahan serta pengemasannya. Bule Baper menggunakan bahan butter pada umumnya. Varian rasa lemon dan green tea mereka dapatkan dari penggunaan perasan air lemon serta bubuk asli green tea. Keunggulan mereka yaitu penggunaan bahan dengan kulitas baik agar dapat bermanfaat bagi tubuh. Jadi jangan diragukan lagi jika Bule Baper ini menggunakan bahan alami. 

Penggunaan bahan alami membuat Bule Baper tidak dapat disimpan dalam kurun waktu yang lama. Sebaiknya dapat dihabiskan dalam kurun waktu 7-10hari. Pengemasan Bule Baper juga menjadi masalah tersendiri bagi mereka. Penggunaan butter yang relatif singkat membuat Bule Baper enggan mengemasnya dalam kemasan besar. Mereka mengemas Bule Baper dengan kemasan yang relatif kecil, namun terkedang kemasan tersebut juga sulit untuk dicari. 

Ini merupakan salah satu dari sekian banyak inovasi baru karya anak bangsa yang memiliki nilai jual. Bule Baper terus berinovasi menambah berbagai varian rasa serta membuat kemasannya lebih praktis. Yuk mari kita buat terobosan terobosan baru seperti Bule Baper! Bangga akan anak Negeri!:)
Load disqus comments

0 comments